Search This Blog

Wednesday, January 3, 2024

Review Buku the wonderful story of Henry Sugar and six more Bagian keenam


the-wonderful-story-of-henry-sugar-and-six-more-bagian-keenam

Hello, gaes.. Apa kabar? Semoga kamu selalu sehat dan bahagia. Aamin. 

Ngomongin tentang rasa bahagia, standardnya mungkin berbeda pada tiap orang ya? Rasa ini dapat dipengaruhi oleh pemikiran atau perasaan seseorang. Rasa yang mungkin bisa berubah sesuai pengetahuan dan pengalaman hidupnya.

Seperti kisah Henry Sugar. Sifatnya berubah 180 derajat setelah Imhrat Khan menginspirasi dirinya. Ia nggak lagi seperti Dorian gray, tapi Robin Hood. 

Dan, di kisah keenam the wonderful story of Henry Sugar and six more ini, Lucky Break, kita pun akan berjumpa dengan seorang Dahl. Penulis fiksi yang menceritakan tentang kehidupannya selama menjalani pendidikan asrama di sekolah bergengsi di negerinya.

Sayangnya, dugaan tentang fasilitas asyik dan guru yang ramah pada siswa bukanlah kenyataan bagi Dahl kecil. Ia menghadapi cara pendidikan paling konvensional di zaman itu. 

Penasaran? Yuk, kita cek cerita keenam dari the wonderful story of Henry Sugar and six more ini. 

Lucky Break


Awal cerita dimulai dengan catatan penulis tentang bagaimana kreativitas profesi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sehingga, kesuksesan penulis fiksi pun nggak semudah apa yang terlihat.

Selanjutnya, ia pun bercerita tentang kerasnya hidup sebagai pelajar di asrama. Dahl kecil dan teman-temannya hidup dalam bayangan rasa takut. Mereka berusaha menjaga setiap langkah, ucapan, dan gerakan yang seharusnya biasa bagi anak kecil dengan usia 7-13 tahun. 

Sayangnya, layaknya anak kecil, ia terkadang melakukan hal biasa seperti berbicara pada teman saat ujian. Perbuatan yang dianggap melanggar aturan sekolah. 

Sebagai akibatnya, b*kong Dahl kecil pun harus menerima hadiah pukulan dari tongkat kayu kepala sekolah. Dahl kecil menerima hukuman itu dengan hati berat. Namun, ia nggak boleh mengeluarkan keluhan atau menggerakkan tubuh saat hukuman berlangsung.

Jika tidak, tongkat kayu besar itu akan menghantam b*kongnya nggak hanya enam kali, tapi lebih. 

Begitulah, bocah-bocah kecil ini hidup dalam rasa takut tak terhingga. Nggak ada kesalahan kecil apa pun yang terlewat dari hukuman. 

Sehingga, di saat mereka memasuki usia 10 tahun, setiap sabtu pagi sekitar 2 jam, mereka merasakan sedikit kelegaan. Hari itu selama tiga tahun, mereka akan dikumpulkan dan diasuh oleh seorang babysitter. 

Tapi, Ibu O'Connor bukanlah seorang pengasuh biasa. Ia adalah seorang guru. Hingga, selama kurang lebih 36 minggu itu, anak-anak merasakan petualangan mengasikkan.

Bagaimana tidak? Ibu O'Connor adalah seorang yang ahli di bidang literasi. Ia mampu menghidupkan sejarah Inggris di dalam kelas. Hingga, kehadiran ibu O'Connor seolah mengobati masa-masa sulit di sekolah ini.

Setelah berusia 13 tahun, Dahl pun lulus dan masuk di sekolah bergengsi di Inggris. Sekolah mahal yang hanya dihuni oleh anak-anak orang kaya dan terpandang. 

Tapi, sekali lagi, Dahl yang mulai menginjak remaja ini merasakan takut yang lebih besar. Rasa ini nggak hadir, karena seragam siswa yang mirip petugas di rumah duka. Pakaian berwarna hitam dari ujing kepala hingga kaki. Tapi, hukuman fisik yang ia rasakan lebih buruk dari sekolah sebelumnya.

Bahkan anak-anak ini menerima hukuman bukan hanya dari guru atau kepala sekolah, tapi juga siswa senior yang bertubuh lebih besar. 

Dalam setiap kesalahan kecil yang mereka lakukan, kepala sekolah yang juga uskup itu menyediakan baskom berisi air. Nanti, setelah hukuman usai, anak yang dihukum dipersilakan membersihkan darah yang menetes di tubuh mereka.

Duh, aku nggak bisa membayangkan sebrutal apa hukuman yang diberikan guru ini. Merinding rasanya. Bagaimana bisa guru bersikap sekejam ini? Belum lagi, kebrutalan kakak senior pada adik junior yang tubuh dan usianya lebih kecil. Ya Allah.

Sanggupkah anak-anak ini menjalani kehidupan di sekolah ini? Dan, bagaimana mereka bertahan? 

Yuk, kita sama-sama menahan napas sebentar dan keluarkan perlahan. Lalu, baca buku ini bersamaku..yuk yuk..

Judul buku : The wonderful story of Henry Sugar and six more
Penulis. : Roald Dahl
Tebal buku : 216 halaman 
Sumber buku : archive.org
Genre buku. : fiction 

No comments:

Post a Comment