Search This Blog

Thursday, July 31, 2025

Uang Versus Buku Sebagai Hadiah Indah Pernikahan

uang-versus-buku-sebagai-hadiah-indah-pernikahan


Alhamdulillah. Senang banget akhirnya temanku menikah beberapa tahun lalu. Tahun berapa ya? Aku sudah agak lupa. Habisnya, sudah cukup lama. Eh, artinya aku udah tua ya? wkwk..

Aku hanya ingat dilemma uang Versus Buku Sebagai Hadiah Indah Pernikahan yang ingin aku berikan padanya.

Aku memikirkannya sampai terbawa mimpi. Yups, aku itu sering mimpi sesuatu hal yang aku pikirkan di siang hari, tapi nggak atau belum dapat solusinya. Mungkin, aku pun sedang mencari solusi di dalam mimpiku. 

Jadi, aku berpikir,  lebih baik berpikir untuk mencari solusi untuk suatu masalah saat sedang tidak tidur. Kenapa? Ya, karena pas tidur aku nggak bisa eksekusi hasil pemikiranku itu. Ya kan?

Kenapa Memikirkan masalah uang Versus Buku Sebagai Hadiah Indah Pernikahan?

Oke, mungkin kamu akan bilang begini, "Ngapain ribet mikirin hal simple gini? Kasih uang aja kan selesai.."

Ya, itu benar sih. Memberikan amplop uang itu lebih simple dibandingkan barang lain. Dan, mungkin lebih berguna. 

Kalau dalam adat Lampung sih, pengantin wanita akan mendapatkan barang-barang perabotan rumah tangga sebagai hadiah pernikahan dari semua kerabatnya.

Nah, meskipun temanku ini muli (gadis dalam bahasa Lampung), keluarganya sudah mengadopsi kebiasaan modern.

Temanku juga sepertinya lebih butuh uang daripada buku. Ya, ia nggak suka baca buku. wkwk.. 

Jadi, mungkin, lebih baik hadiah ini aku tunda dulu. Aku akan anggap ini sebagai ide bagiku nanti. Mungkin nanti, ia berubah jadi pecinta buku. 

Kenapa aku tunda buku sebagai hadiah indah pernikahan bagi temanku?

Aku mempunyai beberapa alasan menunda hadiah buku buat temanku, yaitu:

1. Sebagian besar temanku berpenghasilan masih di bawah UMR Lampung. Jadi, mungkin, pentingnya membaca buku masih dikalahkan oleh kebutuhan dasar manusia, yaitu makan. 

Lha, makan aja masih irit, aku pikir buku belum jadi kebutuhan pokok. Ya kan?

Jadi, kalau diminta memilih duit atau buku. Pasti, sebagian besar lebih pilih duit.

2. Sepertinya, sejak tahun itu pun, membaca buku belum jadi pilihan hobi atau kesenangan bagi sebagian besar teman-teman guru di sekolah. Mungkin itu sebabnya literasi anak-anak di sekolah pun gak terlalu bagus ya? wkwk. 

Anyway, pilihan untuk mencari informasi adalah YouTube atau langsung googling aja. Mungkin, kalau sekarang kami, suka cari info lewat reels atau TikTok. Lebih mudah dan praktis.

So, sekali lagi, buku bukan alternatif hadiah pernikahan yang populer bagiku.

3. Uang bisa untuk beli keperluan atau keinginan apa pun, termasuk buku. Sedangkan buku, belum tentu bisa digunakan atau ditukar dengan kebutuhan atau kesenangan kita. 

So, memilih hadiah buku sebagai hadiah indah pernikahan itu bukan opsi terbaik untuk teman-temanku saat ini. 

Aku ingat hadiah buku yang sudah dibungkus rapi. Judulnya pun "Hadiah Pernikahan.." Covernya berwarna merah jambu. Manis sekali. 

Sayangnya, buku itu masih ada di laci.

Tapi, mungkin nanti, buku itu bisa dijadikan sebagai hadiah indah pernikahan perak atau emas. Ide brilliant. Ya kan? Eh, kelamaan ya? wkwk. 

Aku simpan aja bukunya deh. Nanti, aku bisa hadiahkan pada temanku itu atau diriku sendiri. Semoga..

Uang Sebagai Hadiah Indah Pernikahan 

Kebiasaan pemberian hadiah amplop berisi uang saat kondangan pernikahan di kampungku adalah hal yang lumrah.

Hadiah yang praktis dan nggak ribet. Beberapa undangan acara lewat digital bahkan sudah memberikan link barcode bagi tamu undangan agar dapat mentransfer amplop hadiah. 

Nilai hubungannya diukur dari sejumlah nominal yang dihadiahkan. Aku nggak tahu apakah hadiah ini memiliki nilai ikatan emosional atau tidak.

Tapi, aku berpikir kalau saja kehadiran seseorang dalam acara pernikahan yang esensi spiritualnya kental ini diukur dengan nilai nominal, aku khawatir dengan pondasi hubungan pernikahan sang pengantin.

Lalu, apakah ukuran memberi uang sebagai hadiah indah pernikahan merupakan rentannya hubungan pernikahan?

Lha, aku kok jadi membayangkan pernikahan digital dengan pengantin yang dinikahkan lewat zoom dan tamu yang hadir lewat zoom. Dan, pernikahan pun zoom. 

Eeeh, perasaanku kok jadinya seperti menikah versi ini seperti menikah dengan layar HP atau laptop. Hiik, mau tertawa atau tersenyum kok rasanya gimana gitu..

Mungkin, meskipun zaman makin canggih, hubungan manusia secara konvensional, apalagi yang ada kaitannya dengan spiritual, tetap nggak bisa digantikan oleh mesin ciptaan manusia. Ya kan?

Dalam obrolan dengan teman, bibi, bude, atau sahabatku, aku selalu dengar ucapan, "Daripada datang ke undangan, jauh, ongkos mahal. Trus, ongkos lebih mahal daripada amplop. Lebih baik kirim uang aja.."

Lalu, sebagian besar keluarga pengantin berpikir sama, hingga pendamping pengantin makin menyusut aja. Hanya ada ibu bapak atau adik kakak dan beberapa tetangga. 

Padahal mungkin saja, pengantin ingin didampingi keluarganya. 

Tapi, sekali lagi, uang bisa jadi alat tukar kebahagiaan sementara, karena ia bisa membeli kebutuhan hidup pengantin. Kebutuhan yang mungkin makin banyak seiring bertambahnya usia pernikahan.

Buku Sebagai Hadiah Indah Pernikahan yang Bahagia 

Nggak ada yang abadi di dunia ini. Bahkan uang pun mungkin nggak bisa membeli keabadian. 

Begitu pun pernikahan, mungkin nggak semulus jalan tol. Selalu akan ada masalah yang hadir dalam pernikahan.

Dan, buku sebagai hadiah indah pernikahan pun bisa dibaca sebagai penghibur. Buku juga dapat dijadikan pengingat akan harapan dan doa-doa yang mengalir saat awal pernikahan.

Nah, alasan buku dapat dijadikan hadiah indah pernikahan adalah 

1. Buku dapat dijadikan alternative hadiah buat sahabat terbaik. Hadiah berbeda dan special buat teman yang special. 

2. Buku dapat jadi kenangan abadi buat pasamgan pengantin. Meskipun buku belum dibaca atau sudah dibaca berulang kali, buku nggak akan habis atau berkurang nilainya. 

Kamu bisa tersenyum atau tertawa sambil mengenang pemberi buku hadiah yang sedang kamu baca.

3. Buku hadiah pernikahan dapat membuat mu merasa kaya dan nggak pernah sendiri. Buku akan menemanimu saat kamu duduk sendiri. Kamu nggak akan merasa sendiri.

Nah, gimana menurutmu? Hadiah pernikahan apa yang pernah kamu berikan pada temanmu? 

Apa pun itu, niat terbaik untuk ikut merayakan kebahagiaan teman dalam pernikahannya serta doa yang kamu berikan adalah hal yang paling indah. Percayalah..

Monday, July 14, 2025

Manfaat Memelihara Hewan Peliharaan Bagi Anak

Karena tinggal dekat pasar Koga, ibuku suka memelihara ayam. Hobi yang menurun ke anak-anaknya. Beda dengan sepupuku yang sempat heran melihat ayam betina bertelur. 

Ya, sepupuku itu, emang belum pernah beternak ayam. Hingga, saat ia bekeluarga dan memutuskan untuk memelihara ayam sebagai hobi, ia pun kaget. 

Aku bisa bayangkan ekspresi sepupuku dan anaknya saat lihat anak ayam kecil yang lucu itu saat menetas untuk pertama kalinya. 

Nggak hanya sepupuku yang menyadari manfaat memelihara hewan peliharaan bagi anak, aku pun mengerti bahwa Hasan pun perlu mengenal dan belajar tentang hewan.

Awal mengenal Hewan Peliharaan Bagi Anak 


Aku ingat saat Hasan pertama kali melihat ayam kalkun di rumah. Usianya sekitar satu tahun. Ia pasti akan langsung tertawa dan menggerakkan kaki dan tangannya. 

Sementara mulut Hasan berusaha meniru suara kalkun yang cukup nyaring itu. Kami pun tertawa melihat tingkah lucunya itu. 

Lalu, saat ia mulai bisa berjalan dan melihat anak ayam di kandangnya, Hasan pun berusaha memegang anak ayam tersebut. Ah, gemes banget melihatnya.

Ibuku sih khawatir. "Hati-hati ntar Hasan digigit kutu ayam," kata ibu sambil menggendong Hasan ke dalam rumah. 

Sekarang, Hasan sering berlari-lari mengejar anak ayam atau ayam kalkun di samping rumah. Ibu yang mengawasinya pasti bilang begini. "Hasan, hati-hati ya.. "

Tapi, seperti biasa, nggak lama kemudian ponakan itu aku lihat duduk sambil diolesi kakinya yang lecet karena jatuh atau nabrak sesuatu. Ah, pengin ketawa kok nggak tega ya. 

Bagaimana jika Kamu takut Hewan Peliharaan?


Emang sih, anak yang bermain bareng hewan peliharaan bisa cukup berisiko. Dari jatuh, digigit hewan peliharaan, hingga alergi terhadap kotoran atau bulu hewan tersebut.

Tapi, aku pikir, dengan perawatan dan perhatian cukup terhadap kebersihan hewan tersebut, anak cukup aman main bareng hewan peliharaan. 

Kalau khawatir, ya.. biarkan aja anak melihat hewan peliharaan dari jauh aja. Seperti tetanggaku yang terkadang datang sambil menggendong anaknya untuk melihat ayam. 

Ya, aku perhatikan jaraknya dengan ayam-ayam tersebut sekitar 10 meter lebih. Untung aja, ayamnya masih terlihat ya? wkwk.

Aku pun ingat, teman yang suka kucing. Masalahnya, ia pun takut kucing karena pernah digigit kucing Himalaya milik tetangganya. Jadi, saat ia pengin sentuh kucing lagi, ya terlihat ragu-ragu gimana gitu. 

Aku hanya tersenyum lihat ekspresi wajahnya berubah-ubah antara takut dan senang. Ah, manusia itu emang unik ya. Terkadang rasa sayang itu pun bisa mengalahkan rasa takut. 


manfaat-memelihara-hewan-peliharaan-bagi-anak


Manfaat Memelihara Hewan Peliharaan Bagi Anak 


Senin kemarin, Hasan mulai sekolah TK A. Ia terlihat senang sekali. Apalagi saat pagi hari ia mendengar suara kalkun. "Klu klu klu..." Sambil dimandikan, ia masih sempat menirukan suara kalkun sambil tertawa-tawa.

Selain menirukan suara kalkun, bocil ini sering membantu bapak masak makanan ayam. Yup, bapak setiap hari masak sayur sisa yang diambilnya di pasar Koga. Dan, bapak masak dengan kayu bakar. 

Hasan tentunya meniru bapak dari mengumpulkan ranting kayu kecil, atau kayu sisa untuk dijadikan kayu bakar. Dan, sekali lagi, ibuku bilang, "Hasan, hati-hati ya.." Lalu, Hasan menjawab, "Iya uti.."

Nggak hanya menghidupkan kayu bakar, Hasan pun sibuk ingin ikut memotong sayuran yang akan dimasak bapak. Bocil itu pun mengambil pisau dan duduk di samping bapak yang sibuk memotong sayur. 

Ibu yang melihat itu, langsung mengambil pisau itu dan menggantinya dengan pisau mainan plastik. Pisau yang nggak tajam, hingga bocil ini protes. "Nggak tajam, Uti.. Hasan kan mau bantu Akung."

Dan, drama pun terjadi. Akhirnya, Hasan mau diganti tugasnya untuk mengambil air. Nggak lama, bocil itu sibuk mondar-mandir bawa ember kecil berisi air. 

Ah, rumah emang seru kalau ada bocil ya? wkwk.

Oya, jadi manfaat memelihara hewan peliharaan bagi anak adalah

1. Anak belajar menyayangi mahluk hidup di sekitarnya. Seperti Hasan yang juga mengagumi bunga-bunga rumput di pinggir jalan atau kupu-kupu kecil yang hinggap di bunga itu. Ia bilang sambil tersenyum, "cantik ya.."

2. Anak belajar mengenal pekerjaan sehari-hari. Ya karena memelihara ayam, ponakanku itu mengenal cara bakar kayu bakar, menimba air, memberi makan ayam, dan lain-lain.

3. Anak belajar arti bahaya hewan peliharaan. Selain memelihara ayam, kami juga beternak lebah. Yah.. cuma tiga kotak kecil lebah klanceng. Lebah yang cukup aman, karena tidak menyengat. 

Hasan tahu, meskipun tidak menyengat, lebah ini bisa masuk hidung dan mulutnya. Dan, rasanya nggak nyaman. Ia juga tahu, lebah yang ukurannya lebih besar dari lebah klanceng itu berbahaya. Ia pernah lihat lebah menyengat pipi bapak hingga bengkak.

4. Anak juga belajar arti menghargai hewan peliharaan. Dengan memelihara ayam contohnya, Hasan mengerti bahwa ia bisa makan telur dan daging ayam. Ia juga pernah panen madu bareng uti. 

Memelihara Hewan Peliharaan sebagai usaha Meningkatkan Kesejahteraan Anak

Aku pikir, dengan beternak ayam dan madu di rumah, kami dapat meningkatkan gizi anak. Paling nggak, kami bisa makan telur ayam gratis hampir tiap hari. wkwk.

Bahkan, teman-teman di sekolah pun sering bilang, "enak bener sih, Yo.. kamu bisa makan telur organik tiap hari. Ada madu juga lagi.."