Search This Blog

Showing posts with label review buku. Show all posts
Showing posts with label review buku. Show all posts

Friday, December 29, 2023

Review Buku the Wonderful Story of Henry Sugar and six more Bagian keempat

review-buku-the-wonderful-story-of-henry-sugar-and-six-more-bagian-keempat

Hello, friends. Hari ini aku akan ceritakan lanjutan kisah  the Wonderful Story of Henry Sugar and six more. Sekarang cerita yang keempat ya. Judulnya adalah The Swan. 

Cerita ini tentang bullying yang sering terjadi di sekitar kita. Tentang bully yang lahir dari keluarga yang kurang harmonis. Konsepnya sih perundung atau bully pun sebenarnya adalah korban.

Okey, yuk kita baca ceritanya agar nggak penasaran.

The Swan dalam review buku the wonderful story of Henry sugar and six more bagian keempat 

Hari itu, Ernie berulang tahun yang ke-15. Ayahnya memberi hadiah sebuah senapan. Lalu, ayahnya yang juga sopir truk itu memintanya untuk berburu kelinci. 

"Kau juga bisa mendapatkan burung kecil. Mereka mudah untuk diburu.." begitu kata ayah Ernie. Ibu yang mendengarnya berusaha mencegah, tapi ayah membentaknya dengan kasar.

Lalu, Ernie pun pergi membawa senapan dan sekotak peluru. Ia berjalan menuju rumah Raymond, temannya.

Ernie adalah anak bertubuh besar untuk anak seusianya. Mulutnya sering berair, karena ia terbiasa dengan kekerasan dalam keluarganya. Matanya yang kecil tampak berdekatan. Sehingga terlihat seperti selalu mengerenyit. 

Bersama Raymond dan sekumpulan anak-anak bandel, Ernie sering mengganggu anak-anak yang ukurannya lebih kecil dari mereka. 

Setelah memanggil Raymond, kedua bocah besar itu melangkah ke hutan. Mereka menembak beberapa burung kecil, hingga terkumpullah 14 ekor burung kecil.

Kemudian, mereka pun melihat seorang anak dengan teropongnya. Ia adalah Peter Watson. Seorang anak dengan bintik-bintik di hidungnya. Ia anak yang pintar, hinggĂ  di umur ke-13 Peter sudah di kelas senior. Tingkah lakunya sopan dan lembut. Berbeda dengan mereka berdua.

Dan, ini menimbulkan niat usil di pikiran Raymond. Ia pun berbisik pada Ernie. Mendengarnya, bibir Ernie menyeringai. Ia pun mengangkat senapannya.

"Angkat tanganmu."

Tubuh Peter diam. Perlahan ia menoleh. Peter sadar dengan dua anak nakal di hadapannya. Tidak ada yang bisa ia katakan untuk menyadarkan kedua anak bermasalah ini. Ia hanya bisa mengikuti keinginan mereka hingga ia punya kesempatan melarikan diri. 

Begitu pun saat kedua anak nakal itu menyuruhnya mengangkat tubuh seekor burung yang mereka tembak di tengah danau. Dengan air mata mengalir di pipi dan kaki yang berlumpur, Peter mengikuti perintah kedua berandal kecil itu.

Peter begitu marah pada dirinya sendiri. Ia berusaha melawan. Tapi, kedua bocah bandel itu memukulinya. Tidak puas, mereka mengikat tangan dan kakinya dan menyeret tubuh kecil Peter. Dengan tega, mereka mengikat tubuh kecil itu di rel kereta api. 

Tak berhenti sampai di situ, kedua anak itu membiarkannya terikat di atas rel kereta api. Peter berusaha untuk menggerakkan kepalanya. Ia berpikir, jika kepalanya dapat lebih rendah lagi ke tanah, maka ia akan selamat. 

Dan, suara getaran pelan pun terdengar. Perlahan, suara dan getaran itu makin kuat memekakkan telinga Peter. Ia memejamkan matanya.

Lalu, apakah yang akan terjadi pada Peter? Apakah ia akan selamat?

Penasaran? Yuk baca bareng..

Judul buku : The wonderful story of Henry Sugar and six more
Penulis. : Roald Dahl
Tebal buku : 216 halaman 
Sumber buku : archive.org
Genre buku. : fiction 

Review Buku the Wonderful Story of Henry Sugar and six more Bagian ketiga

the-wonderful-story-of-henry-sugar-and-six-more

Okey, gaes. Hari ini aku akan menceritakan tentang kisah ketiga dari The Wonderful story of Henry Sugar and six more. Judulnya adalah Mildenhall Treasure dalam Review Buku the Wonderful Story of Henry Sugar and six more Bagian ketiga. Mildenhall Treasure ini mengingatkan aku dengan kisahnya Benyamin S yang pernah menemukan harta karun. Eeeh, kamu belum pernah nonton. Don't worry versi remake nya sudah ada kok..

Kalau nggak salah, pemerannya Reza Rahardian gitu..

Oya, kisah Gordon Butcher dalam buku ini cukup menarik lho. Yah, sifatnya Butcher ini mirip dengan Benyamin yang lugu, jujur, dan baik hati. Seorang pekerja yang hanya berpikir untuk keluarganya. Baiklah, yuk, aku ceritakan sinopsisnya.

Sinopsis MIldenhall Treasure

Pagi itu, seperti biasa Butcher bangun dan bersiap-siap untuk bekerja. Angin dingin bertiup dengan kencang di luar. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan langkahnya untuk bekerja sebagai pembajak tanah demi menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Lelaki sederhana itu pun memakai topi, sarung tangan, dan mantelnya. Lalu, ia melangkah keluar dan mengambil sepedanya. Dengan semangat ia mengayuh sepedanya menuju lahan garapannya hari itu.

Sebagai pembajak tanah, ia tidak memiliki tuan. Butcher memiliki usaha sendiri. Ia memiliki satu traktor dan bekerja untuk membajak tanah milik orang lain sesuai kontrak. Saat ini, ia menggarap tanah Thistley Green milik tuan Rolfe. 

Sebenarnya, tuan Rolfe mengontrak tuan Ford untuk pekerjaan ini. Tapi, tuan Ford sibuk dengan pekerjaan lain. Jadi, ia menyewa Butcher untuk membajak tanah Rolfe.

Karena teknologi traktor sudah ditemukan, sekarang pekerjaan membajak sudah lebih mudah. Dulu, pembajakan tanah hanya dilakukan oleh kuda, hingga tidak bisa terlalu dalam. Sekarang, pembjakan tanah bisa dilakukan sesuai perminjaan pemilik tanah. Termasuk tuan Rolfe yang ingin menanam tanaman tebu. 

Dengan semangat Butcher membajak tanah ditemani deru angin dingin yang menghantam wajahnya. Ia bekerja hingga tengah hari. Lalu, ia pun menikmati makan siangnya tanpa air minum. Termosnya rusak. Dan, di tahun 1942 saat perang pecah, akan sulit mencari penjual termos.

Setelah beristirahat, Butcher pun melanjutkan pekerjaannya. Namun, tiba-tiba ia. merasa traktornya menabrak sesuatu yang keras. Perlahan ia turun dari traktornya untuk memeriksa. Dengan penasaran, ia menggali dengan tangannya hingga beberapa inchi. Tangannya menemukan sebuah benda seperti piringan logam.

Ia teringat tentang penggalian benda-benda purbakala yang pernah jadi pemberitaan di surat kabar. Dalam berita tersebut dijelaskan bahwa bagi penemu benda bersejarah, wajib melaporkannya pada polisi. Nantinya, si penemu akan mendapatkan hadiah dari pemerintah.

Tapi, Butcher khawatir dengan bencana yang mungkin akan mengikuti dari penemuan itu. Dalam pemikirannya, benda berharga seperti ini tidak akan mendatangkan hal baik.

Nah, penasaran dengan apa yang akan Butcher lakukan? Yuk, baca cerita ini bareng..

Judul buku : The wonderful story of Henry Sugar and six more
Penulis.      : Roald Dahl
Tebal buku : 216 halaman 
Sumber buku : archive.org
Genre buku.   : fiction 

Wednesday, December 27, 2023

REVIEW BUKU: The Wonderful Story of Henry Sugar and Six More: Bagian Kedua

Hari ini, aku masih akan menceritakan tentang buku yang aku baca. The Wonderful Story of Henry Sugar and Six More. Dan, ini adalah cerita yang kedua berjudul The Hitchhiker, setelah cerita yang pertama berjudul The Boy who talked with animal

Okey, yuk kita baca bareng Review buku The wonderful story of Henry Sugar and six more bagian kedua ini.

review-buku-the-wonderful-story-of-henry-sugar-and-six-more-bagian-kedua


Sinopsis The Hitchhiker

Dalam cerita ini, penulis menggambarkan tentang mobil kesayangannya. Sebuah BMW dengan tampilan elegan dan mesin yang canggih. Jok mobilnya pun dilapisi kulit yang lembut dan enak diduduki. Ia sangat menyayangi mobil ini.

Lalu, dalam sebuah perjalanannya ke kota, aku pun melihat seseorang yang mencari tumpangan. Aku pun menepi dan menawarkan bantuan. Penumpang tambahan itu pun naik. Dalam perjalanan, aku berusaha menahan diri untuk tidak bertanya apa pun. 

Aku ingat, bagaimana dulu saat aku merasa kesal, karena sopir kepo dengan diriku dan terus-menerus bertanya. Namamu siapa? Pekerjaanmu apa? Di mana tempat tinggalmu? Dan,  begitulah pertanyaan tidak henti-hentinya mengalir. 

Sehingga, penumpang di mobilku itu, bertanya tentang mobil yang kukendarai ini. 'Mobil apa ini?' tanyanya. Aku pun menjelaskan jenis mobil ini dan kekuatannya. Ia pun meragukan mobilku dan memintaku untuk membuktkannya.

Aku pun merasa tertantang dan mulai menekan gas. Mobil pun melaju kencang. Penumpang di mobilku mulai tampak girang. "Lebih kencang lagi." teriaknya. Aku pun makin menambah kecepatan mobilku, hingga mobil-mobil lain terlihat seperti bayangan saja. Dan, tiba-tiba saja, sebuah motor polisi dengan kecepatan yang lebih tinggi dari mobilku memberi tanda di depanku.

Perlahan aku pun menepikan mobil dan menghentikannya tepat di belakang motor patroli tersebut. Petugas itu pun mengetuk kaca mobilku. Dengan pasrah, aku menurunkan kaca mobil.

"Pak, sudah tahu berapa kecepatan mobil anda?" tanyanya dengan kelembutan yang mencekam. "Silakan berikan kartu pengenal anda," katanya lagi sambil mengambil buku tilang dari saku bajunya. Aku pun mengambil dompetku dan menyerahkan kartu pengenalku. Petugas itu pun mencatat identitasku. 

Lalu, petugas itu memandang penumpang di sampingku dan mencatat identitasnya juga. Setelah memberikan peringatan untuk tidak melakukan pelanggaran lagi, petugas itu pun pergi. 

Aku merasa takut dan berniat menghubungi pengacaraku. Tapi, penumpang di mobilku ini hanya tersenyum, Ia pun menunjukkan buku tilang yang tadi dipegang oleh petugas. "Tak perlu khawatir lagi," katanya.

Aku memandang penumpangku itu dengan kagum. 

Eh, kamu bisa tebak pekerjaan penumpang mobil ini?

Judul buku : The wonderful story of Henry Sugar and six more
Penulis.      : Roald Dahl
Tebal buku : 216 halaman 
Sumber buku : archive.org
Genre buku.   : fiction 

Monday, December 25, 2023

REVIEW BUKU: The Wonderful Story of Henry Sugar and Six More Bagian Pertama

Karena sekarang temanya liburan, maka buku yang aku baca adalah The Wonderful Story of Sugar and six more karya Roald Dahl. Penulis buku yang juga terkenal dengan buku kamus ala Roald yang unik itu. 

Dan, aku pun sudah membaca beberapa bukunya yang lain, seperti BFG, Matilda, Dirty Beasts, Fantastic Mr Fox, Dani the Champion of The World, Madness, My Uncle Oswald, Going Solo, The Witches, and The Twits. Dan, semua buku Roald Dahl itu seru!


review-buku-the-wonderful-story-of-henry-sugar-and-six-more

Untuk itu, aku ingin membaca dan menulis review buku the Wonderful Story of Henry Sugar and six more ini pelan-pelan agar bisa kuingat selalu hehe. Nggak pa pa ya? Mumpung liburan kan?

Okey, buku Roald Dahl ini adalah kumpulan cerita pendek. Lengkapnya sih ada 7 cerita pendek, yaitu, The boy who talked with animal yang akan aku ceritakan hari ini. Cerita kedua adalah The Hitchhiker, The Mildenhall treasure, The Swan, The wonderful story of Henry Sugar, Lucy Break (How I become a writer), a piece of cake (my first story -1942).

So, here goes the first story!

The Boy Who talked with animal

Kisah ini mengambil sudut pandang orang pertama. Ceritanya tentang seseorang yang sedang melakukan perjalanan liburan di West Indies, tepatnya di Jamaika. Tempat yang indah dengan pantai dan lautnya yang bikin orang ingin datang lagi dan lagi.


Sinopsis cerita The Boy who talked with animal

Sambil menikmati liburan, aku mengobrol dengan petugas hotel. Ia bercerita tentang seorang pria bernama Mr. Wasserman yang mengalami insiden, karena tertimpa buah kelapa. Cerita petugas hotel itu menjadikanku berhati-hati saat aku ingin menyaksikan kerumunan di pinggir pantai.

Dalam bayanganku, mereka pasti menonton nelayan yang sukses menangkap ikan. Tapi, aku nggak menyangka dengan apa yang aku lihat. Di pinggir pantai itu, aku lihat seekor mahluk besar dengan panjang sekitar 5 kaki dan lebar 4 kaki tampak terbaring terbalik. Cangkangnya yang besar sepertinya mampu diduduki orang dewasa. Bahkan, saking besarnya kakinya nggak akan. menyentuh pasir pantai. 

Bisa kamu bayangkan kan? Yup, mahluk ini adalah kura-kura yang usianya mungkin sudah puluhan tahun!

Orang-orang yang berkerumun tampak kagum. Beberapa orang ada yang iseng menggeret potongan kayu besar dan menyodokkannya ke tubuh kura-kura tersebut. Kura-kura itu terlihat gusar. Dengan marah, ia membuka mulutnya, dan 'krak!'. Kayu itu pun patah seperti potongan gabus. orang-orang itu terpana dan bergerak mundur.

Aku bisa bayangkan, kalau aku dalam posisi yang sama dengan si kura-kura, pasti aku pun akan marah. 

Lalu, seorang pria dengan istrinya pun berniat membeli kura-kura tersebut. Ia ingin menjadikan tubuh kura-kura sebagai hiasan di rumahnya. Dagingnya nanti akan mereka olah jadi makanan. Pria itu pun menyampaikan niatnya pada nelayan. 

Sayang, kumpulan nelayan yang hanya mengenakan celana dalam itu menggeleng. Kura-kura ini sudah ada yang membeli, kata mereka. Dan, para nelayan nggak tergoda dengan bujukan suami istri tersebut untuk menjualnya pada mereka saja.

Di tengah keramaian itu, seorang anak kecil mendekati kura-kura tersebut. Kerumunan orang-orang tersebut khawatir dan memperingatkan sang anak. Tapi, ajaibnya, kura-kura yang marah itu terlihat tenang saat si anak mendekati dan mengajak kura-kura bicara. Adegan ini, tentu saja membuat kerumunan orang-orang itu kagum dan heran.

Singkat cerita, diketahui bahwa anak tersebut adalah putra kesayangan dari seorang yang kaya. Keluarga tersebut pun nggak pernah bisa menolak keinginan putranya, termasuk untuk membebaskan kura-kura. 

Dan, pengaruh orang kaya memang luar biasa ya? Pemilik dari kura-kura yang ternyata adalah manager hotel tersebut pun menyetujui untuk menerima uang keluarga kaya itu. 

Disaksikan oleh banyak orang, kura-kura tersebut pun dikembalikan posisinya. Lalu, dengan anggun, kura-kura itu pun berbalik dan melangkahkan keempat kakinya di atas pantai. Perlahan tapi pasti kura-kura itu pun menuju laut dan hilang ditelan ombak. Melihat sumber kesenangan sudah tidak ada, kerumunan pun bubar. 

Tapi, cerita belum selesai, lho. Penasaran dengan cerita ini? Yuk, baca buku ini bareng. Mumpung liburan hehe..

Judul buku : The wonderful story of Henry Sugar and six more
Penulis.      : Roald Dahl
Tebal buku : 216 halaman 
Sumber buku : archive.org
Genre buku.   : fiction